tol dekat new royal residence pondok cabe

Jakarta, Beritasatu.com– Pekerja kelas menengah yang belum memiliki rumah bisa memilih lokasi hunian di kota besar di Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung karena harganya masih terjangkau. Menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index kuartal I-2020, harga properti di wilayah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota besar di Banten. Perbedaan bahkan terlihat lebih besar jika membandingkan harga rumah tapak. Harga rumah tapak di Tangerang Selatan mencapai hampir dua kali lipat dari harga rata-rata rumah di Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung.

“Bogor, Depok, dan Bekasi adalah kota-kota di Jawa Barat yang banyak diincar oleh pembeli kalangan menengah dan menengah bawah di wilayah penyangga Jakarta karena harganya relatif lebih rendah, namun memiliki sarana transportasi yang lebih memadai dan lebih beragam,” kata Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam keterangannya Selasa (16/6/2020).

Marine menjelaskan bahwa dengan harga yang lebih rendah dan demand yang masih besar, pasar properti di Jawa Barat masih punya cukup ruang untuk berkembang dan melakukan penyesuaian harga. Inilah yang menyebabkan pasar properti di Jawa Barat bisa lebih stabil dalam hal kenaikan harga.

Menurut Marine, kondisi ini belum akan berubah sepanjang kuartal kedua 2020 ini. Jawa Barat masih akan menjadi wilayah yang lebih stabil dibandingkan wilayah-wilayah penyuplai hunian lainnya, bahkan jika situasi pandemi ini masih akan berlangsung hingga Juni, seperti yang diperkirakan sejumlah pengamat,” tegas Marine.

Dia mengatakan, Bekasi menjadi pilihan yang lebih seksi dibandingkan Bogor dan Depok bagi masyarakat yang berminat untuk investasi. Bekasi menjadi wilayah yang memberikan pengaruh besar terhadap indeks harga properti di Jawa Barat pada kuartal I-2020. Di saat kota-kota lain di Jawa Barat menunjukkan kenaikan tak lebih dari 2 persen (QoQ), indeks harga properti di Bekasi menunjukkan kenaikan hingga 5 persen untuk rumah tapak. Wilayah Jatiasih dan Bekasi Timur menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi.

Bekasi Barat sebagai kecamatan yang paling dekat dengan DKI Jakarta adalah wilayah dengan median harga properti tertinggi (per meter persegi), sementara Bekasi Timur yang lokasinya terjauh dari DKI Jakarta, menjadi yang terendah. “Kedekatan dengan wilayah DKI Jakarta memberi pengaruh positif terhadap harga properti. Seperti Bekasi Barat yang juga terdapat sejumlah kawasan hunian terpadu berskala besar. Ini turut mendorong pesatnya pertumbuhan harga properti di wilayah tersebut. Karena harga yang sudah tinggi pula, Bekasi Barat tidak menunjukkan peningkatan harga yang signifikan pada kuartal ini,” ujar Marine.

Sementara itu, harga properti yang masih rendah di Bekasi Timur memberikan prospek kenaikan harga yang lebih besar. Hal ini didukung upaya pemerintah dalam mengintegrasikan wilayah komuter yang memberikan keuntungan bagi Bekasi Timur. “Misalnya LRT Bekasi-Cawang, jalan tol layang, hingga rencana MRT Balaraja-Cikarang. Pada akhirnya, jarak yang jauh antara Jakarta dan Bekasi Timur bukan menjadi masalah lagi saat infrastruktur penghubungnya semakin baik. Itulah yang akan terjadi,” tambah Marine.

Menurut Marine, di tengah pandemi Covid-19, para konsumen bisa memanfaatkan portal properti untuk mendapatkan informasi dasar dalam pencarian properti. Sementara para pelaku industri properti tetap bisa aktif menjalankan bisnis propertinya, terutama dengan memanfaatkan dukungan teknologi yang semakin canggih. Salah satunya adalah dengan menggunakan fitur digital “StoryTeller” dari PropertyGuru FastKey yang baru saja dihadirkan oleh Rumah.com. StoryTeller adalah fitur yang mendigitalisasi sebuah proyek properti secara 360 derajat dengan lebih mendalam, baik interior unit-unitnya maupun suasana dan pemandangan di sekitarnya.